Kamis, 1 November 2018, anak – anak kelas 2 MI Muhammadiyah 1 siap berangkat untuk Factory tour App (melihat proses produksi es krim yang sedang berlangsung).
Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan kegiatan pembelajaran tematik yang telah diajarkan di sekolah. Agar anak-anak memahami dengan nyata berdasarkan pengamatan sehingga bisa memahami dengan baik tentang ciri-ciri benda, sifat-sifat benda, menceritakan makna keragaman benda dan dapat menerapkan hal yang harus di lakukan atau tidak boleh dilakukan di tempat umum serta bisa mendapatkan manfaat jika mematuhi aturan dan akibat jika tidak mematuhi aturan di tempat umum.

Ketika berada di PT Campina Ice Cream Industry anak anak disambut Tutor dan diarahkan ke kantor. Terlihat dibalik kaca karyawan Campina sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sebelum gedung bioskop ada ruang Director yang bisa kita liat secara jelas, dan directornya orang bule.

Di ruang bioskop dijelaskan sejarah PT Campina. Campina didirikan oleh Darmohadipranoto bersama istrinya dengan nama CV Pranoto pada 22 Juli 1972. Mereka membuat es krim di garasi rumah di Jl. Gembong Sawah, Surabaya. Semula Campina dijual menggunakan armada sepeda, kemudian dengan freezer hingga mobil van. Seiring berjalannya waktu, Campina mulai digemari masyarakat.

Setelah itu dijelaskan manfaat menkonsumsi es krim dan macam-macam varian dari produk PT Campina.

Selesai melihat company profil PT Campina kita diajak keruang makan dan disana kita disuguhi bermacam – macam es krim. Anak-anak senang dan langsung menyantapnya dengan lahap.

“Yuk, anak-anak kita melihat proses produksi es krim”, ujar Bu Anis (Tutor Campina). Kemudian anak-anak mengikuti jejak Bu Anis dan mereka melihat es krim yang sedang berjalan di mesin robot. Hingga proses pengemasan es krim dan menuju keruang pendingin.

Saatnya kita keruang pendingin, sebelum masuk kita harus memakai jaket warna kuning tebal yang di siapkan oleh PT Campina, lalu berfoto kemudian masuk ke ruang pendingin yang bikin bbbrrr… Sampai kalau ngomong keluar uapnya, kayak di Kutub Utara. Setelah kedinginan kita semua keluar dan berpamitan. (Lia)

Leave a Comment