Assalamualaikum wr.wb
Perjalanan kali ini lebih singkat. . pukul 07.30 kami berangkat. menggunakan 2 elf dan 1 bus, dengan jumlah siswa 67 dan 4 guru pendamping ada mr.alex , bu aminah, bu dinar dan bu yuna.

Museum Purbakala baru tujuan pertama kami. Tepatnya di jl. Pendopo agung kecamatan trowulan mojokerto. Disana kami disambut oleh guide dari museum. Siswa- siswi dipandu oleh ibu Rita dan Bapak subandi. Beliau beliau yang akan menjelaskan sejarah museum dan kota majapahit.

Sekilas materi …

Museum majapahit didirikan pada tanggal 24 april 1924. Dan Baru di buka tahun 1926. Didirikan dua tokoh bernama R.A.A kromo joyo. Raden Adi Negoro yang merupakan seorang bupati mojokerto pada masa tersebut, dibantu oleh arsitek belanda yang bernama Ir. Henry Maklainton. Sebelumnya,Museum lama yang terletak di Km 13 jalan raya Yaitu kantor BPCB. Jumlah koleksi hampir 90rb benda semua dibagi berdasarkan jenis bahan yaitu tanah liat, batu andesit, batu putih, keramik, dan logam. Museum lama dipindahkanke gedung baru pada tahun 1980.

Wilayah majapahit meliputi seluruh Indonesia dan luar negeri. Mengapa kerajaannya diberi nama majapahit ? Raden wijaya yg pertama membuka wilayah menemukan buah maja, kemudian dimakannya , setelah tahu rasanya pahit ,disebutlah daerah ini majapahit.Simbol majapahit dinamakan Symbol Surya majapahit , artinya sebagai sumber ada 9 media.

Kegiatan…

Siswa siswi keliling melihat patung , pohon buah maja , koleksi batu dan tanah liat , koleksi logam. Ibu Rita menjelaskan kepada anak-anak patung patung dewa. Setelah melihat beberapa patung. Siswa melihat tanah yg digali yang dulunya tempat tinggal ato rumah pada masa majapahit. Disini pertanyaan pertanyaan di lontarkan siswa ke Ibu Rita. Antusias siswa bertanya memang terlihat luar biasa . Ibu pemandu kuwalahan menjawab rasa ingin tahu mereka.

Pukul 09.20 kami kembali ke kendaraan menuju candi bajang ratu , meski cuaca panas, siswa masih semangat untuk melihat setiap bangunan dan ukiran di dinding candi. Pukul 10.20 kami lanjutkan ke candi tikus . Siswa yang belum pernah mengunjungi candi ini memberi pertanyaan banyak salah satunya ‘ mengapa bangunan candi tikus berada di bawah tanah bu..? . Akhir perjalanan kami di Trowulan singgah di Pendopo Agung , sambil makan siang dan bersantai sejenak. Pukul 12.30 siap menuju ke sekolah tercinta, tak lupa kami sholat jamaah dhuhur .

Benar kata pepatah jawa ini “Ngelmu iku kelakone kanthi laku , Tegese kas nyantosani Setya budya pangekese dur angkara”. (Ilmu itu bisa terwujud dengan cara dilakukan (belajar) Karena sebuah proses itu yang menciptakan kekuatan dari ilmu).

Terkadang apa yang dijelaskan guru tidak sama dengan yang siswa bayangkan dikelas. Kegiatan outdoor ini bermanfaat bagi siswa yaitu , siswa lebih memahami budaya bangsa Indonesia , siswa lebih aktif bertanya dan menjawab , dan menciptakan siswa yang peduli tehadap budaya dan peninggalan- peninggalan majapahit.

Mari kita semua membanggakan dan melestarikan budaya bangsa Indonesia.

Wassalamualaikum wr.wb

Jombang, 17/10/2018 (ay)

Leave a Comment