Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang memiliki kedudukan sangat penting. Selain itu, Al-Qur’an juga sebagai informasi segala lini kehidupan dan interaksi bagi seorang hamba dengan Rabb-Nya. Sebagai informasi, Al-Qur’an memuat ayat-ayat Allah yang berisi aturan yang sudah ditetapkan. Aturan yang dibuat dengan maksud membenarkan atau memberi petunjuk bagi manusia.

Kadangkala kehadiran Al-Qur’an bukan lagi menjadi aktivitas namun bahkan hanya sebagai pelengkap dalam pemanis ruang tamu. Jadi, tidak heran lagi apabila mendapati kitab suci itu berdebu sehingga membuat hati pemiliknya pun ikut demikian.

Padahal kalau manusia mau membuka dan mempelajarinya, setiap permasalahan di dunia sudah ada semua dan tercantum dalam Al-Qur’an karena pada dasarnya Al-Qur’an adalah tempat untuk kembali.

Dapat digambarkan bahwa siapapun yang membaca, mempelajari, mengkaji, memahami, bahkan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya adalah bagian yang tak terpisahkan dari ibadah. Dapat dikatakan bahwa hal tersebut menunjukkan kecintaannya pada Al-Qur’an.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an harus dijadikan sebagai budaya dan kebutuhan bahkan kepada anak-anak agar menjadi generasi qurani. Salah satu upaya untuk melestarikan budaya tersebut adalah dengan cara melakukan program Gerakan Cinta Al-Qur’an (GCA) seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi MI Muhammadiyah 1 Jombang pada Jum’at ketiga setiap bulannya di masjid induk Madrasah yang mendapat penghargaan sebagai Inspiring School itu.

Sebagaimana yang dilakukan pada Jum’at lalu (21/09/2018), kegiatan ini dipandu langsung oleh Ustadzah Yuni, Ustadzah Uci dan Ustadzah Khusnul dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi. Sebelum GCA dimulai, siswa-siswi melakukan sholat dhuha terlebih dahulu. Sambil menunggu siswa-siswi lengkap, beberapa anak terlihat asik dengan Al-Qur’an yang dibawa. Ada yang membaca, menghafal dan lain-lain. Kegiatan pun diawali dengan membaca beberapa surat secara tartil dan bersama-sama kemudian mengartikan dan mentadabburi isi kandungan serta asbabun nuzul dari surat Al-Ikhlas. Siswa-siswi begitu antusias ketika mendengarkan surah Al-Ikhlas yang sedang dikupas tuntas oleh ketiga ustadzah tersebut.

Hal ini sepertinya sudah menjadi karakter dari program GCA sebelumnya. Seperti apa yang disampaikan oleh Kepala Madrasah, Ustadz Suwanto bahwa program GCA harus mengena, dalam artian anak-anak diharapakan tertanam karakter cinta terhadap Al-Qur’an.

“Program GCA kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya, karena setiap kegiatan harus ada inovasi,” ujar Ustadz Suwanto.

Dengan program ini, diharapkan Al-Qur’an bukan hanya sebagai pengingat, namun juga sebagai kebutuhan bagi semua warga MI Muhammadiyah 1 Jombang yang sudah harus ditanamkan mulai sekarang serta dapat memberikan inspirasi bagi semua orang sehingga Gerakan Cinta Al-Quran (GCA) mampu menjadi gerakan seluruh ummat demi menjayakan agama Islam. (Septian Nugraha Putra)

Leave a Comment