Pagi yang cerah, kecerian terpancar pada siswa kelas 1 MI Muhammadiyah 1 Jombang. Kecerian itu muncul karena mereka akan belajar di luar kelas tidak seperti biasa. Pelaksanaan pembelajaran perdana di luar kelas dilaksanakan di Panti Wreda Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang (13/09/2018)

 

Sejenak kemudian terdengar mesin kendaraan memasuki area MI Muhammadiyah 1 Jombang, dengan cat kendaraan berwarna kuning mencolok, seketika itu siswa kelas 1 semakin heboh. Tanpa dikomando mereka spontan berteriak kegirangan “Asyikkkkkk mobilnya sudah datang”

 

Setelah semua persiapan  beres, mulailah siswa keluar kelas dengan berbaris rapi dan penuh ceria. Satu persatu siswa masuk mobil sesuai pembagian yang sudah ditentukan oleh para pendamping. Jarum jam menunjuk angka 9,  sesuai rencana kita berangkat 3 mobil kuning menuju Panti Wreda. “Dalam perjalanan siswa selalu ceria, bercelotoh, saling mengungkapkan ceritanya sendiri-sendiri sampai saya tidak jelas betul apa yang diceritakan” ujar ustazah Khusnul. ” Ada yang menyanyi, lirik sesuai ungkapan, tanpa sadar saya menirukan” lanjut ustazah Khusnul.

 

Tidak lama kemudian sampailah tujuan Panti Wreda. Siswa turun dengan tertib, disambut  petugas Panti Wreda  dengan ramah dan penuh perhatian. Siswa berbaris, berjalan dengan rapi masuk ruangan di iringi para pendamping.

Subhanallah, dalam ruangan  sudah  ada  nenek nenek-kakek kakek yang sudah menunggu kedatangan rombongan kami. Alangkah bahagianya terpancar di wajah kakek-nenek ketika ibu Ida, salah satu pegawai  Panti Wreda menuturkan pada kakek-nenek  bahwa “Hari ini kita  semua untuk bersenang-senang dengan cucu-cucu kita dari MI Muhammadiyah 1 Jombang, tinggalkan semua kesedihan”.

 

Acara dilanjut dengan tertib, lebih unik lagi “Ketika salah satu nenek  sedang menghibur anak- anak dengan menyanyikan lagu  bahasa Jepang, bahasa Belanda, dan bahasa Jawa. Anak-anak sangat terhibur dan senang.  Namun, anak-anak tak mau kalah, mereka juga  menampilkan senam pinguin, menyanyikan lagu-lagu tentang orangtua. Ungkap ustazah Uci, salah satu pendamping mereka.

 

Alangkah bahagianya  bisa berbagi suka cita bersama dengan lansia. Waktu telah menunjukkan pukul 10.15 WIB, saatnya kita  berpamitan, dengan membawa bingkisan satu  persatu  anak-anak memberikan bingkisanya kepada kakek-nenek.   “Sungguh terharu, ketika itu banyak kakek-nenek menangis sambil memeluk anak-anak  seakan akan tidak mau berpisah dengan mereka”. Ustazah Novi menceritakan.

 

Ketika ditanya salah satu pegawainya “Kenapa kakek-nenek menangis?

“Ingat anak dan cucuku” Jawab si nenek berlinang air mata.

 

Bagaimana di hari tua kita nanti?

Ya… Allah jadikanlah anak-anak kami menjadi anak-anak yang sholeh sholihah, selalu menyayangi, mengasihi, mendoakan dan tidak akan menelantarkan serta melalaikan orang tuanya. Aamiin.

 

Akhirnya, rombongan  kembali ke sekolah. Alhamdulillah sampai di sekolah makan bersama diselingi cerita kecil pengalaman yang baru mereka dapat.

Khusnul (Wali Kelas 1)

Leave a Comment